Fall

November 22, 2014 § 22 Comments

large (5)F A L L
Baekhyun Byun & Ahn Saera

Aku bukanlah wanita manis, pengertian, menyenangkan seperti yang kau inginkan. Aku hanya diriku, wanita biasa penuh tanya akan perasaan mengganggu yang benar-benar jijik ku akui. Aku tak menginginkanmu diawal begitu pun saat ini ataupun ketika satu detik jarum berpacu. Kau tahu dengan pasti bukan?

=

Byun Baekhyun, satu nama asing yang baru ku kenal beberapa bulan lalu tiba saja begitu jelas terpatri dalam memori. Aku membencinya, sangat. Ia mengambil seluruh kebebasan dan akal sehat, membuatku linglung seketika. Tatapannya hangat dengan senyum menggoda, Bocah lelaki tak tahu diri.

“Lihat aku. Melangkah padaku dan kupastikan seluruh hatimu hangat seketika. Hanya beri sedikit celah, dan aku akan merangsek merebut hatimu” Aku terbahak kuat, Baekhyun kembali dengan dialog skenario drama romantis miliknya. Ini akhir gugur, berganti minggu dan dingin pun menyambut, kami berada di salah satu meja kedai kopi tua di pinggir taman kota. Baekhyun tersenyum lebar sekali, ia menutup naskah, menggulungnya dan mengeratkan jemari diantaranya kemudian menyapa dahiku dengan ujung gulungan itu.

“Ouch!, apa yang kau lakukan?” « Read the rest of this entry »

Whisper [Spoiler]

November 19, 2014 § 4 Comments

SPOILER!
a red line of WHY?
WHISPER
| by Primavera vyn
Mature Adult | Chanyeol Park, Yoona Paige Lim

Chanyeol bukan pilihan, ia bukan pula satu sekat tak nyata diantara dua beda. Ia hanya dirinya, lelaki tak tahu diri yang kukuh tak mau terganti.

=

“Kau menunggu seseorang?” Chanyeol mengalihkan pandangan, matanya bergulir cepat mencari fokus pada si empunya pertanyaan. Jemari yang sebelumnya ia gunakan untuk menyapu layar ponsel miliknya kini beralih menggenggam erat benda pemangkas jarak dalam komunikasi itu. Sama sekali tak berniat menjawab, Chanyeol merebahkan tubuhnya pada punggung sofa menghiraukan decakan tak suka dari lelaki berambut coklat terang yang tengah sibuk menata ulang kertas kerja yang Chanyeol serahkan pada lelaki itu sekitar dua jam yang lalu.

“Pekerjaanmu kali ini benar-benar jauh dari kata baik, kau menambah pekerjaanku saja.”  Chanyeol terkekeh mendengar ocehan partner kerjanya—Eric, jelas lelaki keturunan China itu sama sekali tak suka dengan waktu akhir pekan miliknya dihabiskan untuk memperbaiki pekerjaan Chanyeol yang kacau—menurutnya. Walaupun mereka bekerja sebagai tim, Eric jarang sekali berurusan dengan masalah design, ia lebih sering terjun kelapangan atau memberikan persentasi akan hasil kerja mereka pada pihak kantor dan beberapa investor. Selama ini pekerjaan Chanyeol tak perlu diragukan, ia adalah salah satu arsitek kreatif yang sudah berpengalaman menangani proyek-proyek besar sebut saja salah satunya proyek Sapphire Emerald di Hwaseong yang digalakan sebagai taman hiburan dan resort terbesar kedua di Asia Timur, maka dari itu Eric sama sekali tak habis pikir ketika beberapa jam yang lalu Chanyeol datang ke apartemennya dengan membawa pekerjaan yang sama sekali jauh dibawah perkiraannya. « Read the rest of this entry »

Primavera Daily Writing

November 14, 2014 § Leave a comment

Bisa karena terbiasa, tak bisa karena tak biasa.

Satu kalimat yang aku setujui dalam hal apapun. Setelah beberapa waktu terakhir gak pernah update dan gak nulis sama sekali sampe beberapa cerita yang udah aku tulis sebelumnya itu tersendat gak dilanjutin (untuk sementara waktu) akhirnya beberapa hari lalu mulai update lagi walau dengan drabble/ficlet singkat yang gak lebih dari 1.2k kata, aku rasa cukup puas dengan hal itu yah… setidaknya bisa jadi latihan buat nulis atau membiasakan diri supaya terbiasa menulis lagi. « Read the rest of this entry »

Break Up

November 13, 2014 § 4 Comments

Break Up | by Primavera vyn
Oh Sehoon & Rachel Song

“Kau menyerah?” Sehun menghela nafas dalam mencoba menemukan sebuah kalimat yang tepat untuk menjawab pertanyaan gadis berambut kelam disampingnya. Sama sekali tak ada keberanian pada lelaki berahang tegas itu walau hanya untuk sekedar menatap iris terang dalam mata sembab gadis itu–Rachel.

“Seharusnya aku tahu, dari awal tak pernah ada kita” Rachel tergelak diantara nafasnya yang tersendat, mencoba kuat namun air penanda luka dalam itu mengkhianatinya, mengalir begitu saja diatas wajahnya. “jika menginginkannya, aku bisa memberikanmu seribu alasan agar kau tetap disini–disampingku. Tapi…” Rachel menggantungkan kalimatnya sesaat, mengalihkan pandang pada salju pertama awal bulan Desember yang seakan berlomba mencoba meraih bumi yang hanya bisa mereka temui kembali  setelah empat musim berlalu. « Read the rest of this entry »

Witch

November 9, 2014 § 2 Comments

Witch | by Primavera
Chanyeol Park & Yoona Paige Lim

Chanyeol mengeratkan jemari di atas softcase gitar akustik miliknya, dadanya mengempis saat ia menghela nafas dalam kemudian menghempaskannya seiring kepulan asap pucat keluar dari bibirnya–mencoba menikmati sensasi asing dari puntung yang berada diantara kepitan telunjuk dan jari tengahnya. Langkahnya tenang dan lambat, sama sekali tak peduli dengan langkah gusar hak sepatu wanita yang berderit dengan aspal kelam dibelakangnya. Sesaat sebelum ia melangkah melewati persimpangan jalan sempit pemukiman padat penduduk daerah Ihwa Village, Chanyeol mengalihkan pandang pada tangga kecil, curam, penghubung jalan utama dengan gang-gang kecil dihadapannya. Matanya sedikit melebar sebelum akhirnya ia mendecak dan mehempaskan puntung dalam genggamannya kemudian menekan ujung sol sepatu miliknya membuat bara kecil diawahnya lenyap begitu saja.

« Read the rest of this entry »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 186 other followers

%d bloggers like this: