Drifted Apart [2/2]

iya

Primavera’s

===

Dia tak mengerti dan tak tahu apapun yang sedang terjadi.

Mirae menunduk seraya mengerucutkan bibirnya tak lama ia mengangkat wajahnya, memandang dari balik jendela mobil kedua orang tuanya yang tengah berbicara dengan wajah serius. Matanya menajam memperhatikan kedua orang yang benar-benar ia sayangi.

Gadis kecil itu menaikan kedua kaki mungilnya keatas kursi penumpang, kemudian meraih sabuk pengaman yang sudah melingkar di atas tubuhnya memastikannya sudah terpasang dengan benar. Pandangannya beralih saat pintu mobil yang kini terbuka, ibunya masuk dan mengambil tempat dibelakang kemudi.

Eomma, apa Appa tidak ikut bersama kita?” Yoona -ibunya- mengalihkan pandangan seraya memberikannya sebuah senyuman tipis.

“Tidak sayang, Appa masih mempunyai pekerjaan jadi kita hanya akan pergi berdua saja” jawab Yoona seraya memutar kunci, menyalakan mesin, dan tak perlu waktu lama untuk mobil hitam itu melaju meninggalkan rumah yang sudah menjadi tempat mereka bernaung hampir selama enam tahun. Meninggalkan semuanya termasuk seorang pria yang hanya menatap sendu laju mobil itu yang semakin menjauh.

.

Fraser Place Namdaemun Seoul

Myeong Dong, Seoul

Enam tahun hidup bersama dan ditambah dengan hampir setengah hidupnya Yoona habiskan bersama Kyuhyun namun hanya dalam dua bulan semuanya berubah, berbalik arah tak lagi sama seperti dulu. Hubungan mereka memang dipersatukan oleh sebuah kekhilafan keduanya, dan Yoona menyadari betul hal itu. Dia menyayangi Kyuhyun itu benar, namun hanya sebatas kebutuhannya sebagai seseorang yang membutuhkan sahabat untuk mencurahkan perasaannya saja bukan sebagai pasangan yang membutuhkan untuk saling mencurahkan perasaan, memberi dan menerima seluruh perasaan pada pasangannya masing-masing. Bukan seperti itu.

Terlambat. Mungkin terlihat seperti itu namun, bukankah hal ini lebih baik bila dibandingkan mereka harus terjebak dalam suatu perasaan semu yang pada akhirnya akan menyakiti mereka?.

Eomma!” Yoona mengerjap, pandangannya beralih pada gadis kecil berambut coklat di belakangnya. Ia tersenyum tipis kemudian menunduk menyelaraskan pandangannya dengan wajah polos gadis kecil itu.

“Ada apa, Rae-ya?” Gadis itu mengerucutkan bibirnya seraya mengusap mata menggunakan tangan mungilnya.

“Aku mengantuk” Keluh gadis kecil itu seraya mengalung lengan mungilnya dibahu Yoona kemudian merebahkan kepalanya disana. Yoona tertawa kecil melihat hal itu, tentu saja gadis kecilnya itu mengantuk saat ini pukul 11.15pm, tak lama ia mengangkat Mirae kedalam dekapannya dan berjalan menuju kamar utama dimana mereka beristirahat, hanya mereka berdua.

Setelah keluar dari rumah mereka, Yoona memutuskan untuk menetap sementara di apartemen milik kakaknya, Im Seulong. Yoona bersyukur karena saat ini kakaknya itu telah menetap di Jepang bersama keluarganya dengan begitu ia sedikit lebih leluasa untuk memakai tempat ini tanpa harus mendapatkan pertanyaan menuntut yang pasti diajukan olehnya.

Yoona menghela nafas dalam, melihat wajah polos dihadapannya ia cantik dan wajahnya begitu sempurna mengikuti garis wajah ayahnya. Mata besar yang berbinar, garis hidung lurus dan bibir penuh miliknya. Sedikit sesal itu menghinggapinya, perlahan ia meninggalkan gadis kecilnya membiarkannya terlelap dalam tidur.

Dan kembali, Yoona terduduk dihadapan kaca lebar diruang apartemen yang memisahkannya dengan angin dingin diluar sana. Ia semakin erat memeluk lututnya saat air mata itu tak mampu tertampung kemudian meluncur bebas di atas wajahnya diiringi sebuah isakan yang keluar begitu saja dari bibirnya.

———-

Tepat empat minggu yang lalu, Kyuhyun memngizinkan Yoona bekerja dan kini gadis itu duduk dibalik meja dengan sebuah sketchbook ditangannya, ia serasa gairahnya kembali bangkit tangannya bergerak lincah membuat sebuah sketsa gaun dengan sebuah ornament penuh yang menghiasai ujung rok dan tak lupa sebuah pita sederhana yang melingkar di bagian pinggangnya, sederhana namun Yoona benar-benar puas dengan hasil karyanya.

“Halo, Ny. Cho” Yoona terhenyak mendengar suara yang tiba-tiba mengusiknya, kemudian ia hanya mendengus perlahan saat melihat gadis manis dengan senyum lebar menyapanya.

“Oh, Choon Hee-ya? Ada apa?” tanyanya seraya merapihkan sketsa miliknya.

“Yoona-ya, hari ini pulanglah lebih awal dan bersiaplah” ujar Choon-hee

“Wae?”

“Tadaa!!! Aku punya sesuatu untukmu!” Yoona membulatkan matanya sempurna melihat sebuah undangan dengan ornament mewah yang menghiasinya, ia tahu benar apa itu.

“Glitterati Apparel!!!” seru Yoona antusias. “Ya tuhan, Choon-Hee dari mana kau mendapatkan undangan itu?”

Choon-Hee mengernyitkan keningnya mendengar lengkingan suara yang tiba-tiba. Ia tahu benar Yoona akan menyukai undangan peragaan busana salah satu rumah mode terbesar di Asia yang memiliki beberapa cabang di Eropa, Glitterati Apparel yang akan dilakukan di Jepang. Namun ia tak menyangka gadis itu akan bersikap sejauh ini.

“Disana pasti banyak designer terbaik dunia” lanjut Yoona.

“Yupp, dan tentunya kita bisa memberikan beberapa design andalan kita. Terutama kau Yoong!” Raut wajah Yoona berubah seketika, ia tahu ini adalah kesempatan keduanya untuk menggapai impiannya.

“Kau kenapa Yoong?” tanya Choon Hee, “Ayolah, kau tahu pasti kenapa aku memberikan undangan ini padamu. Berikan design luar biasa yang kau buat aku yakin mereka pasti tertarik dengan karyamu dan aku pikir mendapatkan sebuah beasiswa kembali bukanlah hal yang mustahil” jelas Choon Hee.

“Tapi, Kyu dan Mirae—-”

“Hey, Kyuhyun sudah memberikan kesempatan untukmu untuk bekerja. Bukankah meminta izin untuk hal ini bukan hal yang terlalu sulit?”

“Tapi–”

“Kesempatan tidak datang berkali-kali, Yoong” yakin Choon Hee.

.

.

Yoona mengeluarkan ponselnya, mencoba menghubungi seseorang. Ia tersenyum saat bunyi ‘beep’ digantikan oleh sapaan sebuah suara sedikit berat diponselnya.

“Yeoboseyo?! Kyu–!”

Hey, pelankan suaramu sedikit” Yoona tertawa kecil saat suara dibalik ponsel menghentikan ucapannya, senyumnya mengembang. Ia berjalan melewati lorong dan terdiam saat langkahnya berhenti tepat di depan pintu lift. “Ada apa?

“Kau tahu, aku mendapat undangan Glitterati Apparel!”

Oh?!, benarkah? Salah satu rumah mode terbesar itu?”Yoona menganggukan kepalanya antusias waaupun kenyataannya seseorang yang ia hubungi sama sekali tak bisa melihatnya. “Hebat sekali!! Kau akan memberikan designmu bukan? Wow aku yakin kau pasti berhasil Yoongie!

Yoona terhenyak, entah mengapa dadanya sedikit bergetar. Satu sanjungan saja bisa membuat debaran jantungnya meningkat, ini pertama kali seseorang percaya akan kemampuan designnya tentunya setelah Choon Hee.

“Terima kasih, Kyungsoo.” Balasnya

Entah sejak kapan Kyungsoo berada dalam cerita kehidupan Yoona, lelaki tampan dengan mata berbinar itu datang secara tiba-tiba hingga akhirnya Yoona menyadari bahwa kehadirannya berbeda, awal pertemuan sederhana dengan Mirae sebagai penghubung mereka namun semakin lama Yoona semakin nyaman dengan kehadiran lelaki itu sebagai seseorang yang bisa mendengarkan keluhannya. Hanya satu jam setelah jam belajar Mirae, sebuah percakapan hangat diiringi gelak tawa Mirae diantara keduanya.

.

Yoona semakin sibuk, satu setengah bulan lagi dan ia harus menyelesaikan beberapa design yang akan dia ajukan belum lagi ditambah beberapa masalah butik yang menuntut untuk diselesaikan dan satu masalah utama yang harus ia hadapi, Kyuhyun. Kini gadis itu berdiri mantap dihadapan kantor Heesan Building and Construction berniat memberitahu Kyuhyun secara langsung mengenai rencana keberangkatannya ke Jepang.

Ia asing dengan keadaan tempat itu, sedikit berbeda namun ia melangkah pasti menuju lantai lima dimana kantor Kyuhyun berada. Sungguh, saat ini hatinya hancur bagaikan sebuah pedang damaskus menancap pasti disana mengakibatkan sebuah luka besar menganga yang tak terobati. Tangannya bergetar hebat bertumpu pada kenop pintu, dihadapannya lelaki yang ia kenal lebih dari setengah hidupnya bercumbu mesra dengan seorang wanita yang sama sekali tak pernah ia ketahui.

Yoona memutar pikirannya saat dimana beberapa minggu lalu secara tak sengaja ia menemukan sebuah noda lipstick di kemeja Kyuhyun namun ia tak berpikir jauh, karena pada dasarnya ia benar-benar mempercayai lelaki itu. Ia tersenyum miris, ia dikhianati.

Tepat waktu.

Sebuah deringan ponsel menyadarkannya, ia tergesa meninggalkan tempat itu tak ingin mengetahui lebih lanjut apa yang mereka lakukan.

“Yeoboseyo?” jawabnya diantara nafasnya yang sedikit tersengal.

Yoong, ini aku Kyungsoo. Kau tak perlu menjemput Mirae karena tadi Nyonya Cho Hanni menjemputnya. Mirae bilang beliau neneknya jadi aku—–”         

“Kyungsoo, Aku” Yoona menginterupsi ucapan Kyungsoo dengan cepat

“Membutuhkanmu….”

.

.

Kyungsoo tak tahu apa yang ada dibenaknya, ia memacu mobilnya tak terkendali. Pikirannya kacau hanya karena mendengar sebuah isakan halus yang terdengar dari ponselnya. Ia memarkirkan mobilnya sembarang, bergegas memasuki lobby Heesan Building and Construction menuju toilet wanita di lantai itu. Tangannya mengepal kuat melihat Yoona yang terduduk menatap kosong sesuatu kasat mata dihadapannya. Ia tak memperdulikan tatapan heran beberapa orang yang heran melihatnya keluar dari toilet wanita dengan seorang wanita yang terus-menerus menundukan wajah mencoba menyembunyikan wajahnya yang memerah menahan air mata.

Kyungsoo tahu ia tak memiliki hak apapun, sehingga kini ia hanya terdiam menemani Yoona yang menahan isakan seraya memeluk lututnya sendiri hingga akhirnya wanita itu mengangkat wajah dan mengeluarkan suaranya.

“Tolong lupakan semua yang sudah terjadi hari ini” lirihnya.  

———-

Satu bulan, setelah pertengkaran hebat antara Yoona dan Kyuhyun yang berlangsung dihadapan Mirae terjadi dan diakhiri dengan dirinya yang meninggalkan Kyuhyun bersama Mirae. Dan tepat siang tadi ia mengajukan gugatan perceraian dengan Kyuhyun melalui pengacaranya.

Entahlah, kini ia hanya muak dengan apa yang terjadi dalam kehidupannya. Hubungan yang tak berjalan baik, cita-cita yang tak tercapai dan dikhianati. Benar-benar menyedihkan, pikirnya.

Yoona semakin mengeratkan lengan saat tubuhnya bergetar kemudian menghempaskan wajah diantara kedua lututnya, kembali ia terisak dalam kegelapan. Ini bukan hanyalah kesalahan Kyuhyun semata, ia menyadari Kyuhyun memiliki kebutuhan sendiri yang harus ia penuhi, namun saat lelaki itu membutuhkannya ia tak pernah bersamanya, hanya berkutat dengan kehidupan pekerjaannya.

Tubuhnya sedikit melemas saat sepasang lengan melingkar diatas pinggangnya hati-hati, matanya terpejam, ia mendongkak seiring kepala dan punggungnya bersandar pada tubuh dibelakangnya. Tubuhnya sedikit meremang, merasakan hembusan nafas hangat yang menerpa lehernya. “Sudah kukatakan, jika ingin menangis kau harus mencariku dan bersandar padaku.” Ucap suara berat tepat ditelinganya.

“Entahlah, Aku hanya ingin sendiri” Ucap Yoona. “Kapan kau sampai kemari?” lanjutnya.

“Baru saja”

.

Hening.

.

“Kau memikirkanya lagi?” Yoona tak menjawab, ia meraih tangan yang melingkar di atas tubuhnya, menautkan jari jemari mereka kemudian mengeratkannya. Sedikit terhenyak saat ia merasakan sesuatu yang terasa hangat menyapu kulit pundak dan lehernya.

“Kyungsoo…”

“Belajarlah melupakannya dan mulai lembaran baru bersamaku.”

===

a/n: kkk, aduh ko endingnya begini, hhehe. Sebenernya ini ceritanya udah biasa tentang permasalahan yang terjadi di married life yang gak jauh-jauh dari masalah ekonomi, kesenjangan pekerjaan dan skandal kaya gini. Dan dari part awal aku buatnya dari sudut pandang Yoona semuanya. Sebenernya disini di jelasin kalau Yoona itu hanya ingin sebuah kepercayaan dari Kyuhyun kalau dia tuh bisa melakukan apa yang dia mau (dalam artian positif) tapi Kyuhyunnya gak mencoba memberikan kepercayaan penuh sama Yoona karena ketakutannya sendiri kalau Yoona berubah tapi ternyata yang merubah sikap Yoona adalah Kyuhyun sendiri yang sudah bermain api dibelakang Yoona. Nah, saat seperti itu dimana Yoona kecewa disana ada Kyungsoo. Dan seperti inilah akhirnya cliffhanger. Silakan readers berimajinasi sendiri tentang ending nya seperti apa. ^^V

19 thoughts on “Drifted Apart [2/2]

  1. . ..ya Allah unnie aq kra msih ada chap yg laen ehh udh end aj hah~

    aq kra yg d.telpon yoongie kyuhyun soalx mnggilx kyu ehh g taux kyungsoo ..pdhl aq ksian lohk sma kyuhyun oppa tpi bgitu liatt dia kya gitu jdi ilang smua rsa ibax untung lgh ada d.o ..ahh pdhl pngn bgtt nie epep bkln pnjng dliat dri konflikx .bner” ending yg g ktebak .oke unn aq g bkl maksa unnie bkn nie sequel tpi aq mksax epep yg laen*plak* pleass lnjut epep yg lain paithing <3

  2. Sudah end??? Berarti KyuNa pisah? Padahal berharap ending nya Kyu tetep ma Yoona.. Tapi ceritanya bagus author.. Nice work..

  3. udah ending ya…
    ya kok gantung sih…
    kirain mereka akan bersatu lgi thor…
    ternyata g ya…
    tapi bagus ceritanya thor…

  4. aduh ternyata gini endingnya
    aku kira kyuhyun yg tersakiti gak taunya yoona..
    lain kali bikin ff kyuna ya thor..
    terus ff yoonhun-nya kapan dipublish chap 1-nya?

  5. Yah… kok end nya sm kyungsoo sich… ak kira mereka akan balikan lagi krn saling rindu… dan akhirnya sm2 saling percaya….

  6. Yah… kok end nya sm kyungsoo sich… ak kira mereka akan balikan lagi krn saling rindu… dan akhirnya sm2 saling percaya…

  7. Makasih readers untuk komennya
    kayanya banyak yang agak kecewa soalnya endingnya gak jelas begini. Yoonanya beneran berakhir sama Kyu atau dia lebih memilih sama Kyungsoo. pengen banget nerusin ceritanya soalnya aku suka nulis ff dengan genre married life kaya gini, seru kkk. tapi karena masih banyak ff yang masih belum selesai jadi aku kesampingkan dulu. soalnya pengen nyelesai-in ff yang lain terutama Fake Lover + Crossroads. ^^
    okay, see ya on the other fiction!! ^^

  8. Whatttt!! Udah end kah??
    Hufffttt.. Kirain KyuNa bakal bersatu.. Eh malah!
    Hilang respectq sama Kyu pas tau dia khianati Yoona..
    Ya walau bagaimnapun Yoona juga ada main sama KyungSoo,, walaupun hubungan mereka msih dlam artian temen deket..

    Hmm…. Ga nyangka sih kalau endingnya bakal begini.. Q kira hubungan mereka masih bisa di perbaiki, nyatanya tidak..
    Tp ga apa2 deh.. Mngkin emang idenya chingu mw di bikin begini endingnya.. Kkk~

    ff lain, masih ditunggu..
    Semangattt!

    • yupp, bener banget disini bukan sepenuhnya Kyu yang salah ataupun cuma Yoona aja yang tersakiti. mereka berdua sama-sama punya andil sendiri sampe hubungan mereka jadi begini.
      dan Kyungsoo, disini dia masih abu-abu soalnya dia bukannya membantu Yoona menyelesaikan masalahnya malah manfaatin keadaan supaya Yoona bisa sama dia.
      omg, ternyata complicated yah, kkk

  9. wow, berasa sakitnya, waktu tau yg yoona telpon itu ternyata kyungsoo bukan kyuhyun, berasa yoona itu jahat. tapi waktu tau kyuhyun ngekhianatin yoona berasa dia juga jahat, oh kasian mirae nya.
    aku kira yoona bakal sama kyuhyun eh ternyata.. ah keren bgt deh nih ff sumpah, walau ceritanya udah banyak yg kaya gini hehe tapi jujur ff ini berasa beda bgt bahasanya juga keren, udah gitu endingnya gak ketebak keren bgt sensasinya jadi berbeda #cieelah
    ditunggu ff lainnya oke sukses terus eonn^^

  10. yaah udah end ya
    kyuhyun koq tega bgt sih belom juga cere tapi udah selingkuh…aisssh
    ya udahlah biarkan yoona bahagia bersama kyungsoo dan mirae
    ditunggu ff yg laennya thor,,YoonKris ato ChangYoon thor klo bisa…kkk^^

  11. oh ternyataa kyuhyun juga nyakitin Yoona, pantes aja Yoona kaya gtu, dan hadirlah Kyungsoo sebagai pengobat hati Yoona :) fanficnya bagus, aku gak bermasalah sama endingnya :) aku tunggu kelanjutan Fake Lover sama Crossroads :) keep writing ^^

  12. Udah end ternyt… harusnya 1 ep lagi….hehehehe… Yoona sm Kyuhyun ketemuan n saling memaafkan kesalahan mrk masing2 hehehe…

  13. aku gk tau mau comment apa. ini bner2 bkin aku sedih loh, yoona butuh kprcyaan dr kyuhyun tp malah kok jdi yoona yg jd hilang kprcyaannya buat kyuhyun. dan disaat2 kyk gitu dtnglah kyungsoo. jadi deh mrka. Tp ini keren thorrrr

  14. omooo,,ini ending beneran bikin shock,,jadi yg terjadi kemudian adalah Kyuhyun yg bermain api,,padahal Yoona hanya pengin buktiin diri dia bisa, haaaa oke,,ga jadi belain Kyuhyun…bela Kyungsoo aja *eh

Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s